SMP Dwijendra Mataram Terima Laptop Digitalisasi Tahap II, Perkuat Arah Sekolah Berbasis Teknologi


Mataram — SMP Dwijendra Mataram kembali menerima dukungan nyata dari pemerintah dalam program digitalisasi pendidikan. Sekolah ini memperoleh paket digitalisasi pendidikan tahap II berupa laptop Mugen Ophir Series dan sebuah harddisk external dari Negara Republik Indonesia – melalui Dinas Pendidikan Kota Mataram, yang diterima pada Sabtu, 3 Januari 2026. Bantuan tersebut menjadi kado awal tahun yang bermakna bagi penguatan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi di SMP Dwijendra Mataram.
Laptop yang diterima memiliki spesifikasi mumpuni untuk kebutuhan pendidikan masa kini. Perangkat ini ditenagai prosesor Intel Core i5 generasi ke-12, didukung memori 8GB DDR4 3200MHz, serta penyimpanan 256GB SSD NVMe. Dari sisi tampilan, laptop hadir dengan layar 14 inci Full HD (1920×1080), grafis terintegrasi, serta konektivitas lengkap seperti HDMI, USB 3.0 Type-A, USB 3.1 Type-C, WiFi 6, dan Bluetooth. Sistem operasi yang digunakan adalah Windows 11 Pro Education, yang dirancang khusus untuk kebutuhan institusi pendidikan.
Kepala SMP Dwijendra Mataram, Ida Bagus Ardana Yoga, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas bantuan tersebut. Dalam wawancara pada hari penerimaan, ia menegaskan bahwa bantuan ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses belajar-mengajar serta meningkatkan kapasitas dan kualitas sekolah.
Baca liputan lengkap kategori Mataram di Opini Mataram.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan paket digitalisasi pendidikan dari pemerintah. Laptop ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan peserta didik dan sebagai penunjang peningkatan kemampuan serta kapasitas sekolah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa SMP Dwijendra Mataram sejatinya telah lebih dahulu melakukan berbagai terobosan digital sejak tahun 2023. Upaya tersebut menjadi fondasi penting dalam menyambut bantuan digitalisasi yang kini diterima.
Sejumlah langkah digital telah diterapkan secara konsisten, di antaranya penggunaan aplikasi pembelajaran interaktif Quizizz yang kini bertransformasi menjadi Wayground, pemanfaatan Google Drive sebagai pusat penyimpanan data sekolah dan arsip penting, pengembangan perpustakaan digital, wesite sekolah serta penggunaan smart projector untuk mendukung pembelajaran yang lebih visual dan interaktif di kelas.
Dengan hadirnya laptop dari program digitalisasi tahap II ini, SMP Dwijendra Mataram semakin memperkuat posisinya sebagai sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Digitalisasi tidak lagi dipandang sekadar sebagai fasilitas, melainkan sebagai strategi jangka panjang dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, relevan, dan selaras dengan tuntutan zaman.
Bantuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan satuan pendidikan mampu mendorong transformasi nyata di dunia pendidikan, khususnya dalam menyiapkan generasi peserta didik yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan masa depan.