Karnaval Ogoh-Ogoh Nyepi 1948 Digelar Hari Ini di Mataram, 105 Ogoh-Ogoh Meriahkan Parade


Mataram – Karnaval budaya Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 digelar hari ini di Kota Mataram. Perhelatan tahunan umat Hindu tersebut diikuti oleh 105 ogoh-ogoh dari berbagai sekaa teruna dan komunitas pemuda Hindu di Mataram – Lombok.
Parade ini menjadi bagian dari rangkaian tradisi menjelang Nyepi yang memiliki makna spiritual sekaligus budaya. Ogoh-ogoh yang diarak biasanya berbentuk tokoh raksasa atau makhluk mitologi yang melambangkan Bhuta Kala, yakni simbol sifat negatif manusia yang harus dinetralisir sebelum memasuki Tahun Baru Saka.
Ketua panitia parade, Made Krisna Yuda Prasetya, menyebutkan jumlah peserta tahun ini mencapai 105 kelompok ogoh-ogoh. Angka tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 182 peserta.
Baca liputan lengkap kategori Mataram di Opini Mataram.
Ia menjelaskan bahwa panitia telah melakukan koordinasi dengan seluruh peserta agar parade berjalan tertib dan tetap menghormati masyarakat sekitar.
“Kami sudah berkoordinasi dengan semua peserta agar menjaga ketertiban serta menjadikan parade ini sebagai kegiatan budaya yang membawa pesan persaudaraan dan kedamaian,” ujarnya.
Ajakan Toleransi dari Aliansi Pemuda Hindu Lombok
Sementara itu, Aliansi Pemuda Hindu Lombok mengajak seluruh pemuda Hindu yang terlibat dalam pembuatan maupun pengarakan ogoh-ogoh untuk menjaga situasi tetap kondusif serta menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama.
Ajakan ini menjadi penting karena perayaan Nyepi tahun ini berlangsung berdekatan dengan momentum bulan suci Ramadan, saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa.
Ketua Umum Aliansi Pemuda Hindu Lombok, I Nyoman Loji Sagita, menilai pertemuan dua momentum keagamaan tersebut justru menjadi kesempatan untuk memperkuat harmoni sosial di Nusa Tenggara Barat.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana damai serta menghormati umat lain yang sedang menjalankan ibadah.
“Momentum ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan,” ujarnya.
Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi
Parade ogoh-ogoh merupakan tradisi yang digelar sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Patung raksasa tersebut diarak keliling sebagai simbol upaya membersihkan alam semesta dari energi negatif sebelum umat Hindu menjalani Catur Brata Penyepian, yakni rangkaian ritual hening selama Nyepi.
Di Mataram, parade biasanya melibatkan ratusan pemuda dari berbagai banjar atau komunitas yang menampilkan kreativitas seni dalam bentuk ogoh-ogoh. Iring-iringan arak-arakan ini menjadi salah satu tradisi budaya yang paling dinantikan masyarakat menjelang Nyepi.
Dengan partisipasi 105 ogoh-ogoh, karnaval tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga simbol kuatnya kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Lombok.