Ogoh-Ogoh “Nritiya Pralina” dari Negarasakah Raih Juara I Lomba Ogoh-Ogoh se-Kota Mataram 2026


Mataram – Kreativitas generasi muda Hindu di Kota Mataram kembali terlihat dalam Lomba Ogoh-Ogoh se-Kota Mataram 2026 yang diselenggarakan oleh Aliansi Pemuda Hindu Lombok sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Kompetisi ini melibatkan peserta yang mewakili 17 kelurahan di Kota Mataram, menampilkan berbagai karya ogoh-ogoh dengan konsep artistik dan filosofi yang beragam. Seluruh ogoh-ogoh yang ditampilkan menunjukkan kualitas karya seni yang tinggi serta kreativitas generasi muda dalam merawat tradisi budaya Hindu yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Penetapan hasil lomba tertuang dalam Berita Acara Penetapan Hasil Penilaian Lomba Ogoh-Ogoh se-Kota Mataram, yang diputuskan pada Minggu, 15 Maret 2026 pukul 24.00 WITA di Cakranegara, Kota Mataram.
Baca liputan lengkap kategori Mataram di Opini Mataram.
Hasil Penilaian Lomba
Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari:
- I Putu Agus Yudiana, S.Adm
- Ida Bagus Urip Jayananda, S.Sn., M.Pd
- I Dewa Gede Raja Wijaya Kusuma, S.Pd
Setelah melalui proses pengamatan, penelaahan, dan penilaian terhadap seluruh karya peserta, ditetapkan tiga ogoh-ogoh dengan nilai tertinggi sebagai berikut:
Juara I – “Nritiya Pralina”
Perwakilan: Negarasakah
Total Nilai: 282
Juara II – “Awacarira Ibunta Maungkara”
Perwakilan: STT Dharma Sesana Turida
Total Nilai: 280
Juara III – “Kalki Avatara”
Perwakilan: STT Gajah Mada Pagesangan Utara
Total Nilai: 263
Ketiga karya tersebut berhasil memperoleh nilai tertinggi di antara seluruh ogoh-ogoh peserta yang mewakili kelurahan di Kota Mataram.
Keputusan hasil lomba sebagaimana tercantum dalam berita acara dinyatakan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Bagian dari Rangkaian Perayaan Nyepi
Lomba ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, yang dirayakan umat Hindu sebagai momentum penyucian diri dan alam semesta.
Tradisi ogoh-ogoh sendiri telah menjadi salah satu simbol penting dalam rangkaian Tawur Kesanga, yaitu prosesi yang menggambarkan penetralan unsur negatif atau Bhuta Kala sebelum umat Hindu memasuki hari suci Nyepi.
Selain memiliki makna religius, pembuatan ogoh-ogoh juga menjadi ruang kreativitas seni bagi generasi muda melalui perpaduan seni patung, mekanik, dan ekspresi budaya yang sarat filosofi.
Karnaval Ratusan Ogoh-Ogoh Siap Meriahkan Kota Mataram
Masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung kemegahan ogoh-ogoh karya para pemuda Hindu di Kota Mataram dapat menghadiri Karnaval Ogoh-Ogoh yang akan digelar pada:
Rabu, 18 Maret 2026
Karnaval ini diperkirakan akan diikuti oleh ratusan ogoh-ogoh dari berbagai wilayah di Kota Mataram, termasuk ogoh-ogoh karya para pemenang lomba.
Pawai budaya tersebut akan dimulai dari depan Pura Dalam Karang Jangkong dan berakhir di Taman Mayura, Cakranegara.
Rute karnaval ini diprediksi akan menjadi salah satu pusat keramaian budaya di Kota Mataram, ketika ratusan ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk dan karakter diarak oleh para pemuda dengan iringan musik tradisional serta semangat kebersamaan.
Bagi masyarakat maupun wisatawan yang berada di Kota Mataram, karnaval ini menjadi momen langka untuk menyaksikan langsung keindahan seni ogoh-ogoh, mulai dari detail pahatan, ekspresi karakter, hingga kreativitas konsep yang menggambarkan kisah mitologi, filosofi kehidupan, maupun pesan moral.
Dengan atmosfer budaya yang kuat dan partisipasi masyarakat yang tinggi, karnaval ogoh-ogoh menjelang Nyepi selalu menjadi salah satu perayaan budaya paling dinanti di Kota Mataram setiap tahunnya.