Israel dan Air di Timur Tengah


Mataram, NTB – Di tengah meningkatnya krisis air di Timur Tengah, Israel justru bergerak ke arah yang berbeda. Negara yang sebagian wilayahnya berupa gurun ini berhasil bertransformasi dari negara kekurangan air menjadi pemasok air dan teknologi air utama di kawasan.
Transformasi ini bukan hanya soal bertahan dari krisis, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru. Israel kini memperoleh pendapatan miliaran dolar dari sektor air, termasuk dari negara-negara Arab yang menghadapi tekanan air kronis.
Perubahan ini didorong oleh investasi besar dalam teknologi desalinasi sejak awal 2000-an, serta sistem pengelolaan air yang terintegrasi. Menurut laporan World Bank, model ini menjadikan Israel sebagai salah satu contoh global dalam menghadapi krisis air di wilayah kering.
Baca liputan lengkap kategori Ekonomi di Opini Mataram.
Pasokan Air Lintas Batas dan Ketergantungan
Peran penting dalam distribusi air dipegang oleh perusahaan air nasional Israel, Mekorot.
Pada 2025, perusahaan ini menyalurkan sekitar 151,6 juta meter kubik air ke Yordania dan wilayah Palestina. Selain itu, pasokan juga mengalir ke wilayah Tepi Barat dan dalam skala lebih kecil ke Jalur Gaza.
Bagi Yordania, pasokan ini bukan sekadar tambahan, melainkan bagian penting dari sistem air nasional. Negara ini termasuk salah satu yang paling kekurangan air di dunia, sehingga ketergantungan terhadap suplai lintas batas terus meningkat dari tahun ke tahun.
Data tersebut merujuk pada laporan keuangan Mekorot dan pemberitaan The Jerusalem Post (2025), yang menunjukkan tren peningkatan distribusi air seiring pertumbuhan populasi dan tekanan iklim di kawasan.
Nilai Ekonomi dari Air yang Stabil dan Terukur
Air yang disalurkan bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga sumber pendapatan.
Harga air hasil desalinasi secara global berada di kisaran US$0,5 hingga US$0,8 per meter kubik, menurut data International Desalination Association dan World Bank.
Dengan volume distribusi sekitar 150 juta meter kubik per tahun, nilai penjualan air lintas batas diperkirakan mencapai:
US$75 juta hingga US$120 juta per tahun,
atau sekitar Rp1,2 hingga Rp2 triliun (kurs Rp16.500).
Pendapatan ini cenderung stabil karena air adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Terlebih, menurut World Resources Institute, Yordania termasuk negara dengan tingkat tekanan air paling tinggi di dunia.
Teknologi Air, Sumber Keuntungan Utama
Meski penjualan air penting, sumber pendapatan terbesar Israel justru berasal dari teknologi.
Industri teknologi air Israel—mulai dari desalinasi, irigasi, hingga sistem distribusi pintar—diperkirakan bernilai sekitar US$2,5 miliar per tahun secara global, berdasarkan laporan Milken Innovation Center.
Dari jumlah tersebut, sekitar 20–30% berasal dari kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, menurut data World Bank dan United Nations.
Artinya, dari negara-negara Arab saja, Israel memperoleh sekitar:
US$400 juta hingga US$750 juta per tahun,
atau setara Rp6,6 hingga Rp12,3 triliun.
Pendapatan ini berasal dari berbagai sektor, mulai dari proyek desalinasi, teknologi irigasi hemat air, sistem distribusi cerdas, hingga konsultasi infrastruktur.
Negara Arab dan Teluk?
Tidak semua negara Arab memiliki hubungan yang sama dalam sektor air dengan Israel.
Yordania serta wilayah Palestina seperti Tepi Barat dan Jalur Gaza bergantung langsung pada pasokan air dari Israel.
Sementara itu, negara Teluk seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain lebih banyak memanfaatkan teknologi air Israel, terutama setelah normalisasi hubungan melalui Abraham Accords (2020), sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.
Di sisi lain, Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait masih mengandalkan desalinasi domestik dalam skala besar. Namun laporan International Energy Agency menunjukkan bahwa teknologi global di sektor ini saling terhubung, termasuk inovasi yang juga dikembangkan oleh perusahaan Israel.
Di Afrika Utara, Maroko mulai mengadopsi teknologi air Israel, sementara Mesir menghadapi tekanan pada sistem Sungai Nil dan mulai membuka kerja sama teknologi, menurut laporan Food and Agriculture Organization dan World Bank.
Total Pendapatan Israel?
Jika seluruh komponen digabungkan—penjualan air langsung, ekspor teknologi, dan layanan—maka total pendapatan Israel dari sektor air di kawasan Arab diperkirakan mencapai:
US$475 juta hingga US$870 juta per tahun,
atau sekitar Rp7,8 hingga Rp14,3 triliun per tahun.
Angka ini merupakan gabungan dari berbagai sumber, termasuk laporan Milken Innovation Center, data Mekorot, serta estimasi harga dari International Desalination Association.
Air sebagai Kekuatan Geopolitik Baru
Di Timur Tengah, air kini tidak lagi sekadar kebutuhan dasar.
Ia mulai berfungsi seperti energi—sebagai alat pengaruh.
Menurut laporan United Nations dan World Bank, krisis air di kawasan ini diperkirakan akan semakin memburuk hingga 2030. Dalam kondisi seperti ini, negara yang mampu memproduksi dan mengelola air dalam jumlah besar akan memiliki posisi strategis.
Bagi Yordania, kerja sama dengan Israel adalah kebutuhan mendesak. Namun dalam jangka panjang, ketergantungan ini dapat memengaruhi posisi tawar.
Sementara bagi negara Teluk, penggunaan teknologi air membuka peluang efisiensi, tetapi juga menciptakan ketergantungan baru dalam sektor infrastruktur penting.
Penutup
Transformasi Israel menunjukkan satu hal yang semakin relevan di era modern: krisis bisa menjadi peluang.
Melalui desalinasi, daur ulang, dan inovasi teknologi, Israel tidak hanya mencapai kemandirian air, tetapi juga membangun kekuatan ekonomi baru di kawasan.
Di Timur Tengah yang semakin kering, air kini bukan lagi sekadar kebutuhan hidup.
Ia telah menjadi aset strategis yang membentuk arah ekonomi dan hubungan geopolitik antarnegara
Catatan Redaksi
Artikel ini disusun berdasarkan kompilasi data dari laporan lembaga internasional, laporan perusahaan, serta analisis industri terkait sektor air di Timur Tengah. Angka pendapatan dan estimasi nilai ekonomi merupakan pendekatan berbasis data terbaru yang tersedia dan dapat berubah mengikuti dinamika pasar, kebijakan, serta perkembangan geopolitik di kawasan.
Sumber Rujukan
- World Bank – Israel: A Water-Secure Country in a Water-Stressed Region
https://www.worldbank.org/en/news/feature/2018/06/25/israel-a-water-secure-country-in-a-water-stressed-region - World Bank – Beyond Scarcity: Water Security in the Middle East and North Africa
https://www.worldbank.org/en/topic/water/publication/beyond-scarcity-water-security-in-the-middle-east-and-north-africa - World Resources Institute – Aqueduct Water Risk Atlas
https://www.wri.org/aqueduct - United Nations – Water Scarcity in the Middle East
https://www.un.org/waterforlifedecade/scarcity.shtml - Milken Innovation Center – Israel’s Water Industry: Global Opportunities
https://milkeninnovationcenter.org/publications/israel-water-industry - International Desalination Association – Industry Data
https://idadesal.org - International Energy Agency (IEA) – Water-Energy Nexus
https://www.iea.org/reports/water-energy-nexus - Food and Agriculture Organization (FAO) – Water Reports
https://www.fao.org/water - The Jerusalem Post – Laporan Mekorot & distribusi air 2025
https://www.jpost.com/business-and-innovation/energy-and-infrastructure - Reuters – Middle East water and economic cooperation coverage
https://www.reuters.com