Indonesia di Peta Militer Dunia: Peringkat, Kriteria, dan Maknanya Bagi Bangsa


Mataram — Militer Indonesia terus menarik perhatian global. Dalam Global Firepower 2025 Military Strength Ranking, sebuah lembaga independen yang menilai kekuatan militer negara-negara di dunia, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-13 dari 145 negara yang dinilai. Pencapaian ini sekaligus menempatkan Indonesia sebagai kekuatan militer terkuat di Asia Tenggara dan salah satu militer paling diperhitungkan di kawasan Asia-Pasifik.
Angka peringkat ini tidak muncul secara kebetulan, melainkan berdasarkan PowerIndex (Indeks Kekuatan) yang dihitung dari lebih dari 60 faktor penilaian. Global Firepower menggunakan formula internal untuk mengombinasikan berbagai data — dari jumlah personel militer aktif dan cadangan, hingga jumlah kapal perang, pesawat tempur, hingga aspek finansial dan sumber daya alam. Intinya: semakin rendah skor PowerIndex, semakin kuat kemampuan militer negara tersebut secara konvensional. Apa saja kriteria ukurannya?
Pertama, manpower atau jumlah personel militer menjadi pilar utama. Indonesia yang memiliki populasi besar memiliki potensi tenaga militer yang signifikan baik dari personel aktif, cadangan, maupun paramiliter.
Baca liputan lengkap kategori Militer di Opini Mataram.
Kedua, kuantitas dan kualitas alutsista, seperti persenjataan darat, laut, dan udara, turut dinilai. Aspek ini mencakup jumlah tank, kendaraan tempur, pesawat, kapal perang, hingga kemampuan logistik di lapangan.
Ketiga, kondisi geografis seperti panjang garis pantai, luas wilayah, dan posisi strategis menjadi bagian dari evaluasi karena menentukan kemampuan pertahanan dan mobilitas militer. Indonesia dengan ribuan pulau dan jalur laut penting seperti Selat Malaka, Lombok, dan Sunda menjadi faktor geografis yang diperhitungkan dalam indeks. Selain itu, kapasitas finansial dan sumber daya termasuk anggaran pertahanan, produksi dan cadangan energi, serta infrastrukturnya juga memengaruhi skor akhir. Semakin kuat basis ekonomi dan sumber dayanya, semakin mendukung stabilitas operasi militer dalam jangka panjang.
Mengapa peringkat ini penting? Peringkat militer semacam ini bukan hanya sekadar ajang angka di atas kertas. Bagi Indonesia, berada di peringkat 13 dunia berarti ada pengakuan global atas kapasitas pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan serta perannya dalam stabilitas regional. Di tengah dinamika Indo-Pacific yang kian kompleks, kekuatan militer menjadi salah satu instrumen menjaga keamanan serta diplomasi pertahanan.
Meski begitu, para pakar selalu mengingatkan bahwa indeks seperti ini memiliki keterbatasan. Misalnya, peringkat tersebut hanya mengukur kekuatan konvensional, tidak termasuk kemampuan nuklir atau perang siber yang semakin relevan di era modern. Selain itu, data yang digunakan bisa berubah setiap tahun mengikuti perkembangan teknologi, alutsista baru, dan pergeseran geopolitik global.
Kesimpulannya, posisi Indonesia di peringkat atas dunia menunjukkan bahwa negara dengan geografis kepulauan yang luas, jumlah penduduk besar, serta sejarah panjang mempertahankan kedaulatan memiliki potensi dan kapasitas militer yang makin diperhitungkan dunia. Namun di atas semua itu, kekuatan militer hanyalah salah satu pilar dari kemampuan sebuah bangsa dalam menghadapi tantangan global — diplomasi, kerja sama internasional, dan stabilitas ekonomi juga menjadi penentu utama dalam menjaga kedamaian dan keamanan negara.