Hustle Culture di China Retak dari Dalam: Saat Generasi Muda Menolak “996”


Dari Mesin Pertumbuhan ke Titik Jenuh
Mataram, NTB – China dibangun di atas satu asumsi besar bahwa semakin keras bekerja, semakin cepat negara ini naik ke puncak. Selama tiga dekade, asumsi itu terbukti. Ekonomi melesat, kota tumbuh, dan ratusan juta orang keluar dari kemiskinan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Namun hari ini, mesin itu mulai menunjukkan tanda kelelahan.
Di tengah perlambatan ekonomi, tekanan biaya hidup, dan menyempitnya peluang mobilitas sosial, generasi muda China justru bergerak ke arah yang berbeda. Mereka tidak lagi ingin menang dalam sistem yang menuntut kerja tanpa batas. Mereka tidak turun ke jalan dan tidak membangun perlawanan terbuka. Mereka hanya berhenti ikut permainan. Di situlah retakan itu mulai terlihat, bukan dari luar, melainkan dari dalam sistem itu sendiri.
Baca liputan lengkap kategori Ekonomi di Opini Mataram.
“996” dan Normalisasi Kerja Tanpa Batas
Istilah “996” merujuk pada pola kerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam selama enam hari dalam seminggu. Praktik ini berkembang pesat di perusahaan teknologi seperti Alibaba Group, Tencent, dan JD.com, lalu menjadi simbol dari etos kerja ekstrem di era pertumbuhan cepat China.
Dalam logika lama, semakin lama seseorang bekerja, semakin besar peluangnya untuk naik. Pernyataan Jack Ma yang pernah menyebut 996 sebagai berkah mencerminkan cara pandang tersebut. Kerja keras diposisikan sebagai tiket menuju kesuksesan.
Namun data resmi dari Biro Statistik Nasional China menunjukkan bahwa rata rata jam kerja pekerja urban berada di kisaran 46 hingga 48 jam per minggu, lebih tinggi dibanding banyak negara maju. Di sektor teknologi, angka riilnya sering kali melampaui itu dan tidak selalu tercatat secara formal.
Di titik ini, kerja keras tidak lagi sekadar nilai. Ia berubah menjadi tekanan sistemik yang sulit dihindari.
“Tang Ping” dan Perubahan Cara Berpikir Generasi Muda
Dari tekanan tersebut muncul fenomena yang tidak biasa, yaitu “Tang Ping” atau lying flat. Ini bukan gerakan politik dalam arti konvensional, melainkan perubahan sikap hidup yang menyebar secara diam diam.
Generasi muda mulai mempertanyakan logika dasar sistem yang mereka hadapi. Mereka melihat bahwa kerja ekstrem tidak lagi menjamin stabilitas ekonomi. Harga properti tetap tinggi, biaya hidup terus naik, dan peluang untuk naik kelas sosial semakin sempit. Dalam konteks ini, menarik diri dari kompetisi menjadi pilihan yang masuk akal.
Data pada 2023 menunjukkan tingkat pengangguran pemuda di China sempat melampaui 20 persen sebelum metodologi perhitungannya diubah oleh pemerintah. Angka ini menjadi indikator penting bahwa tekanan struktural di pasar tenaga kerja tidak bisa diabaikan.
Sejumlah peneliti pasar tenaga kerja di universitas terkemuka di Beijing menggambarkan fenomena ini sebagai bentuk disengagement struktural. Ini bukan soal kemalasan individu, melainkan respons rasional terhadap sistem yang tidak lagi memberikan imbal balik yang sepadan.
Negara di Persimpangan yang Sulit
Pemerintah China telah menyatakan bahwa praktik 996 bertentangan dengan hukum ketenagakerjaan. Regulasi diperketat dan perusahaan diminta untuk lebih memperhatikan kesejahteraan pekerja.
Namun persoalannya tidak sesederhana penegakan aturan.
Selama bertahun tahun, pertumbuhan ekonomi China ditopang oleh produktivitas tinggi berbasis tenaga kerja dalam jumlah besar. Mengurangi tekanan kerja berarti berisiko menurunkan output dalam jangka pendek. Sebaliknya, mempertahankan pola lama berpotensi mempercepat kelelahan generasi produktif.
China kini berada dalam posisi yang tidak nyaman. Di satu sisi, negara membutuhkan efisiensi dan inovasi untuk naik ke tahap ekonomi berikutnya. Di sisi lain, fondasi lama yang menopang pertumbuhan mulai kehilangan legitimasi di mata generasi muda.
Dampak Jangka Panjang dan Implikasi Global
Perubahan ini membawa konsekuensi yang lebih luas dari sekadar perubahan gaya hidup.
China sedang didorong untuk beralih dari model pertumbuhan berbasis kuantitas kerja menuju produktivitas berbasis kualitas dan inovasi. Transisi ini tidak mudah karena membutuhkan perubahan struktur industri, pendidikan, dan pasar tenaga kerja secara bersamaan.
Dari sisi demografi, tekanan ini berkorelasi dengan penurunan angka kelahiran yang telah mencapai titik terendah dalam beberapa dekade. Generasi muda yang menghadapi ketidakpastian ekonomi cenderung menunda atau bahkan menghindari pernikahan dan memiliki anak.
Implikasinya tidak berhenti di dalam negeri. Sebagai pusat manufaktur global, perubahan perilaku tenaga kerja di China berpotensi memengaruhi rantai pasok dunia. Jika tenaga kerja menjadi kurang bersedia bekerja dalam pola ekstrem, biaya produksi dapat meningkat dan efisiensi yang selama ini menjadi keunggulan China bisa tertekan.
Dalam jangka panjang, dunia mungkin akan menghadapi China yang tidak lagi bertumpu pada kecepatan, melainkan pada selektivitas dan kualitas pertumbuhan.
Ketika Kepercayaan Mulai Bergeser
Hustle culture pernah menjadi fondasi utama kebangkitan China. Ia mendorong industrialisasi, mempercepat pertumbuhan, dan menciptakan kelas menengah dalam jumlah besar.
Namun fondasi itu kini mulai dipertanyakan oleh generasi yang tumbuh dari hasil keberhasilan tersebut.
Pada akhirnya, sistem ekonomi tidak hanya berdiri di atas angka dan kebijakan, tetapi juga di atas kepercayaan. Ketika generasi mudanya tidak lagi percaya bahwa kerja keras akan membawa mereka menuju kehidupan yang lebih baik, maka perubahan menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan.
China tidak sedang berhenti. Tetapi untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, arah perubahannya tidak lagi sepenuhnya dikendalikan oleh negara atau korporasi.
Arah itu kini perlahan ditentukan oleh mereka yang memilih untuk tidak lagi mengikuti ritme lama.
Catatan Redaksi
Artikel ini merupakan analisis berbasis tren sosial dan ekonomi terbaru di China, dengan mengacu pada data resmi pemerintah, laporan lembaga internasional, serta liputan media global. Angka dapat berubah mengikuti pembaruan metodologi statistik China.
🔗 Sumber Rujukan
- https://www.reuters.com/world/china/china-youth-unemployment-hits-record-high-2023-08-15/
- https://www.bloomberg.com/news/articles/2023-08-15/china-stops-releasing-youth-unemployment-data
- https://ilostat.ilo.org/topics/working-time/
- https://www.scmp.com/economy/china-economy/article/3133843/chinas-tang-ping-lying-flat-movement-explained
- https://www.bbc.com/news/business-58394906
- https://www.worldbank.org/en/country/china/overview