Bukit Merese Mandalika: Lokasi, Akses dari Mataram, dan Daya Tarik Wisatanya


Mataram —Bukit Merese adalah salah satu destinasi wisata alam paling mudah dinikmati di Lombok Tengah. Lokasinya berada di kawasan Mandalika, tak jauh dari Pantai Tanjung Aan dan Pantai Seger. Bukit ini dikenal karena pemandangannya yang terbuka lebar: rumput hijau bergelombang, laut biru di kejauhan, serta garis pantai yang terlihat jelas dari atas. Tidak ada hutan lebat atau tanjakan ekstrem—Bukit Merese ramah untuk semua usia.
Dari Kota Mataram, perjalanan menuju Bukit Merese tergolong nyaman. Waktu tempuh sekitar 1,5–2 jam menggunakan kendaraan bermotor menuju arah Kuta Mandalika. Jalan utama sudah beraspal baik, hanya di bagian akhir pengunjung akan melewati jalan tanah pendek menuju area parkir. Dari sana, cukup berjalan kaki beberapa menit untuk sampai ke puncak bukit. Jalurnya landai dan tidak melelahkan.
Di Bukit Merese, pengunjung biasanya datang untuk menikmati pemandangan dan suasana. Banyak yang duduk santai di atas rumput, berfoto dengan latar laut, atau sekadar menikmati angin pantai. Momen paling ramai adalah sore hari menjelang matahari terbenam. Saat senja, langit berubah warna dan laut tampak berkilau—pemandangan sederhana tapi berkesan. Tempat ini juga sering dijadikan lokasi foto keluarga, prewedding, hingga konten media sosial.
Baca liputan lengkap kategori Xplore di Opini Mataram.
Fasilitas di Bukit Merese masih sederhana. Tidak ada bangunan besar atau wahana wisata buatan. Di sekitar area parkir biasanya ada pedagang lokal yang menjual minuman dan makanan ringan. Karena minim naungan, pengunjung disarankan membawa topi, air minum, dan alas kaki yang nyaman. Yang terpenting, sampah sebaiknya dibawa kembali agar keindahan bukit tetap terjaga.
Singkatnya, Bukit Merese adalah tempat yang pas untuk “rehat sejenak” dari rutinitas. Tidak ribet, tidak mahal, dan tidak perlu tenaga ekstra. Cukup datang, duduk, memandang laut, dan pulang dengan kepala lebih ringan. Destinasi ini membuktikan bahwa keindahan Lombok sering kali hadir tanpa perlu banyak tambahan—cukup alam apa adanya.