Saham GOTO: Menuju Profitabilitas atau Sekadar Rebound Sementara?


Mataram – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi perhatian investor setelah perusahaan merilis laporan keuangan terbaru pada awal 2026. Emiten teknologi terbesar di Indonesia ini mulai menunjukkan tanda perbaikan fundamental setelah beberapa tahun mengalami tekanan akibat strategi ekspansi agresif pada fase awal setelah merger Gojek dan Tokopedia.
Berdasarkan data perdagangan terbaru di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta agregasi data pasar dari platform seperti Bloomberg, Reuters, Stockbit, dan TradingView, saham GOTO diperdagangkan di kisaran Rp57–Rp60 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp60–65 triliun. Likuiditas perdagangan tetap tinggi dengan volume transaksi harian yang kerap mencapai miliaran saham, menjadikannya salah satu saham teknologi paling aktif di pasar domestik.
Data finansial yang digunakan dalam analisis ini merujuk pada laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 yang dipublikasikan pada awal 2026 melalui Bursa Efek Indonesia, sementara data harga saham dan aktivitas perdagangan menggunakan data pasar terbaru tahun 2026.
Baca liputan lengkap kategori Ekonomi di Opini Mataram.
Profil Perusahaan
GoTo lahir dari merger antara Gojek dan Tokopedia pada 2021 dan kini beroperasi sebagai perusahaan teknologi dengan ekosistem digital terbesar di Indonesia. Perusahaan mengoperasikan berbagai layanan dalam satu platform, mulai dari transportasi online, pengiriman makanan, logistik, hingga layanan keuangan digital melalui GoPay.
Ekosistem ini menghubungkan jutaan pengguna, merchant, dan mitra pengemudi dalam satu platform digital terintegrasi. Strategi integrasi tersebut menjadi keunggulan kompetitif GoTo di tengah pertumbuhan pesat ekonomi digital Indonesia.
Namun setelah IPO pada 2022, perusahaan menghadapi tekanan pasar karena investor global mulai menuntut jalur yang lebih jelas menuju profitabilitas bagi perusahaan teknologi.
Pergerakan Saham Terbaru
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun dari BEI dan berbagai platform pasar, aktivitas transaksi saham GOTO tetap tinggi meskipun sektor teknologi mengalami volatilitas.
Data Perdagangan Saham
| Indikator | Data Terbaru |
|---|---|
| Harga penutupan | sekitar Rp56-60 |
| Perubahan harian | sekitar -7% |
| Volume transaksi | ±2,6–2,7 miliar saham |
| Nilai transaksi | ±Rp150–Rp170 miliar |
| Kapitalisasi pasar | ±Rp60–65 triliun |
| Rentang harga 52 minggu | Rp53 – Rp87 |
Likuiditas tinggi ini mencerminkan minat investor ritel yang besar terhadap saham teknologi domestik, sekaligus menunjukkan bahwa GOTO masih menjadi salah satu saham dengan aktivitas perdagangan paling aktif di pasar modal Indonesia.
Laporan Keuangan Terbaru (FY2025 – Dirilis 2026)
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 yang dipublikasikan melalui BEI pada awal 2026, GoTo mulai menunjukkan perbaikan signifikan pada sejumlah indikator fundamental.
Ringkasan Kinerja Keuangan
| Indikator | 2024 | 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp15,89 triliun | Rp18,32 triliun | +15% |
| Laba kotor | Rp8,48 triliun | Rp10,57 triliun | +24,7% |
| EBITDA | Rp327 miliar | Rp2,01 triliun | +514% |
| Rugi bersih | -Rp5,15 triliun | -Rp1,19 triliun | membaik 77% |
| Margin EBITDA | 2% | 11% | meningkat |
Pendapatan perusahaan meningkat menjadi Rp18,32 triliun pada 2025, mencerminkan meningkatnya monetisasi layanan dalam ekosistem digital GoTo. Sementara itu, EBITDA melonjak menjadi Rp2,01 triliun, menandakan keberhasilan strategi efisiensi biaya yang dijalankan manajemen sejak 2023.
Kerugian bersih juga turun drastis menjadi Rp1,19 triliun, menunjukkan bahwa perusahaan semakin mendekati titik impas.
Struktur Neraca dan Likuiditas
Selain perbaikan pada laporan laba rugi, posisi neraca perusahaan juga relatif kuat untuk perusahaan teknologi yang sedang berada dalam fase transformasi.
Neraca Keuangan
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Total aset | Rp45,76 triliun |
| Total ekuitas | Rp28,71 triliun |
| Kas dan setara kas | Rp21,75 triliun |
| Utang jangka pendek | Rp10,64 triliun |
| Utang jangka panjang | Rp6,39 triliun |
Posisi kas yang besar memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi serta ekspansi layanan.
Rasio Valuasi Saham
Dari sisi valuasi, saham GOTO masih mencerminkan karakter perusahaan teknologi yang berada dalam fase transisi menuju profitabilitas.
Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai |
|---|---|
| PER | sekitar -54x |
| PBV | sekitar 2,2x |
| ROA | -2,59% |
| ROE | -4,13% |
| Dividend Yield | 0% |
PER yang masih negatif menunjukkan bahwa perusahaan belum menghasilkan laba bersih secara konsisten. Namun PBV di atas dua kali menunjukkan bahwa investor masih memberikan premi terhadap nilai buku perusahaan karena ekspektasi pertumbuhan jangka panjangnya.
Mesin Pertumbuhan Bisnis
Perbaikan kinerja GoTo terutama didorong oleh dua lini bisnis utama.
On-Demand Services
Layanan transportasi dan pengiriman makanan melalui Gojek mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 16% secara tahunan, didorong oleh peningkatan aktivitas pengguna serta optimalisasi biaya operasional.
Financial Technology
Layanan fintech melalui GoPay dan produk pinjaman digital menjadi salah satu motor pertumbuhan utama perusahaan. Segmen ini mulai memberikan kontribusi EBITDA yang signifikan, mencerminkan meningkatnya penggunaan layanan pembayaran digital di dalam ekosistem GoTo.
Fintech juga dipandang sebagai segmen dengan potensi margin tertinggi dalam model bisnis perusahaan.
Analisis Teknikal Saham
Dari sisi teknikal, saham GOTO masih berada dalam fase konsolidasi setelah tren penurunan panjang sejak IPO.
Level Teknikal Penting
| Level | Kisaran Harga |
|---|---|
| Support utama | Rp55 – Rp58 |
| Resistance utama | Rp65 – Rp70 |
| Target rebound | Rp80 – Rp90 |
Jika saham mampu menembus resistance di kisaran Rp70, maka peluang pembalikan tren jangka menengah dapat mulai terbuka.
Faktor Eksternal yang Mempengaruhi
Beberapa faktor eksternal turut mempengaruhi pergerakan saham GOTO.
Pertama adalah kondisi suku bunga global. Saham teknologi cenderung lebih sensitif terhadap kenaikan suku bunga karena valuasinya bergantung pada proyeksi pertumbuhan masa depan.
Kedua adalah persaingan industri digital di Asia Tenggara. GoTo bersaing langsung dengan berbagai platform regional dalam sektor ride-hailing, e-commerce, dan fintech.
Ketiga adalah dinamika ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang sebagai salah satu pasar internet terbesar di kawasan.
Prospek Bisnis 2026
Manajemen GoTo menargetkan peningkatan profitabilitas lebih lanjut dengan pedoman EBITDA sekitar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun pada 2026.
Target tersebut didorong oleh tiga strategi utama:
peningkatan monetisasi platform
pertumbuhan layanan fintech
efisiensi operasional berkelanjutan
Jika target tersebut tercapai, perusahaan berpotensi mencatatkan laba bersih dalam beberapa tahun mendatang.
Kesimpulan
Laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa GoTo mulai berhasil menjalankan transformasi bisnisnya dari perusahaan startup yang berfokus pada pertumbuhan menuju perusahaan teknologi yang lebih berorientasi pada profitabilitas.
Perbaikan EBITDA, pertumbuhan pendapatan, serta penurunan kerugian bersih memberikan sinyal positif bagi investor jangka panjang. Namun volatilitas harga saham kemungkinan masih tinggi karena pasar masih menilai apakah transformasi bisnis tersebut dapat menghasilkan laba yang konsisten.
Dalam jangka pendek, saham GOTO tetap menjadi high-risk high-reward play di sektor teknologi Indonesia. Namun dalam jangka menengah, keberhasilan mencapai profitabilitas dapat membuka peluang re-rating valuasi saham yang signifikan di pasar modal.
Catatan Redaksi
Artikel ini disusun berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk yang dipublikasikan pada 2026 melalui Bursa Efek Indonesia, serta data pasar yang dihimpun dari berbagai platform informasi keuangan seperti Bloomberg, Reuters, Stockbit, dan TradingView. Data harga saham, volume transaksi, dan kapitalisasi pasar menggunakan data perdagangan terbaru yang tersedia pada periode publikasi artikel ini. Informasi yang disajikan bersifat analisis jurnalistik berbasis data dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Investor disarankan melakukan riset tambahan dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber Rujukan
• Data laporan keuangan dan keterbukaan informasi emiten di
Bursa Efek Indonesia
https://www.idx.co.id
• Profil perusahaan dan laporan keuangan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
https://www.goto.com
• Data pasar saham, kapitalisasi pasar, dan statistik perdagangan
TradingView
https://www.tradingview.com/symbols/IDX-GOTO/
• Data harga saham, fundamental, dan statistik investor
Stockbit
https://stockbit.com/symbol/GOTO
• Analisis industri teknologi dan berita perusahaan
Reuters
https://www.reuters.com/companies/GOTO.JK
• Data pasar global dan riset pasar teknologi
Bloomberg
https://www.bloomberg.com/quote/GOTO:IJ