Aiq Nyet, Oase Alami di Suranadi yang Tak Pernah Sepi Cerita

Redaksi Opini Mataram

Mataram — Tidak semua orang mencari liburan mewah. Sebagian dari kita hanya ingin berhenti sejenak, merendam kaki, dan membiarkan pikiran beristirahat tanpa harus ke mana-mana jauh. Di Aiq Nyet, yang berada di Desa Suranadi, Lombok Barat, kebutuhan sederhana itu terasa benar-benar terpenuhi.

Begitu tiba, udara sejuk langsung menyambut. Pepohonan tinggi menaungi area pemandian, membuat cahaya matahari jatuh lembut ke permukaan air. Airnya jernih, mengalir pelan, dan dingin—dingin yang membuat tubuh terkejut sesaat lalu terasa segar. Tidak ada musik keras, tidak ada wahana buatan. Yang terdengar hanya suara air, dedaunan, dan percakapan ringan para pengunjung..

Lokasi Aiq Nyet relatif mudah dijangkau dari Kota Mataram. Jaraknya sekitar 14–16 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih 30–40 menit menggunakan kendaraan bermotor. Dari pusat Kota Mataram, perjalanan bisa ditempuh melalui jalur Mataram–Narmada, lalu dilanjutkan ke arah Suranadi. Jalan menuju lokasi sudah beraspal dan bisa dilalui motor maupun mobil. Dari area parkir, pengunjung hanya perlu berjalan kaki singkat menyusuri jalur setapak di bawah rindangnya pepohonan.

Aiq Nyet bukan tempat untuk pamer destinasi. Ia lebih mirip halaman belakang yang selalu terbuka bagi siapa saja. Anak-anak bermain air tanpa alas kaki, para pemuda duduk di tepi kolam sambil bercanda, dan keluarga menggelar tikar seadanya. Semua terlihat biasa—dan justru di situlah keistimewaannya.

Bagi warga sekitar, Aiq Nyet bukan sekadar objek wisata. Ia adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Tempat melepas penat setelah bekerja, ruang bertemu tanpa janji, dan kadang menjadi saksi obrolan panjang yang tidak pernah direncanakan. Di sini, waktu seolah melambat. Tidak ada dorongan untuk buru-buru pulang.

Namun kesederhanaan ini juga menyimpan tanggung jawab. Semakin banyak orang datang, semakin besar pula tantangan menjaga kebersihannya. Sampah kecil yang dibiarkan, suara berlebihan, atau fasilitas yang dirusak perlahan bisa menghilangkan rasa damai yang menjadi kekuatan utama Aiq Nyet. Tempat ini tidak membutuhkan banyak sentuhan modern—yang ia butuhkan justru kesadaran bersama.

Di tengah tren wisata modern yang serba instan dan artifisial, Aiq Nyet justru menawarkan pengalaman sebaliknya: tenang, alami, dan membumi. Ia mengingatkan bahwa keindahan tidak selalu harus megah. Terkadang, cukup dengan air dingin yang jernih dan pepohonan yang setia menaungi, kita sudah menemukan alasan untuk pulang dengan hati lebih ringan. Aiq Nyet Suranadi adalah contoh kecil bagaimana Lombok Barat menyimpan kekayaan wisata berbasis alam dan komunitas. Jika dirawat dengan bijak, tempat ini bukan hanya akan bertahan, tetapi juga terus bercerita—tentang alam, manusia, dan kesederhanaan yang menyatukan keduanya.

Aiq Nyet mengajarkan satu hal penting: beristirahat tidak selalu berarti pergi jauh atau mengeluarkan banyak biaya. Kadang, yang kita perlukan hanyalah air dingin, naungan pohon, dan ruang untuk menjadi diri sendiri tanpa tuntutan.