Bukit Merese “After Rain”, Pesonanya yang Luar Biasa


Hujan baru saja reda di Bukit Merese, Lombok Tengah. Sisa gerimis masih menggantung di udara, meninggalkan aroma tanah basah yang khas dan hamparan rumput hijau yang tampak lebih segar dari biasanya. Langit perlahan membuka diri, menghadirkan gradasi warna abu-abu menuju keemasan, seolah memberi panggung khusus bagi lanskap alam yang sedang berada di puncak pesonanya.
Bukit Merese terletak di kawasan Mandalika, tepatnya tidak jauh dari Pantai Tanjung Aan dan Sirkuit Mandalika. Lokasinya berada dalam satu hamparan kawasan pariwisata selatan Lombok yang kini berkembang pesat. Dari pusat Kota Mataram, perjalanan menuju Bukit Merese dapat ditempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam berkendara, tergantung kondisi lalu lintas, melalui jalur menuju Praya lalu dilanjutkan ke arah Kuta Mandalika.
Keindahan Bukit Merese terasa semakin kuat setelah hujan turun. Kontur perbukitan yang landai berubah menjadi permadani hijau alami, dengan garis-garis tanah cokelat yang menegaskan bentuk bukit. Dari atas, debur ombak Samudra Hindia terlihat lebih dramatis, kontras dengan daratan yang lembap dan berkilau diterpa sisa cahaya sore. Banyak pengunjung memilih duduk diam, menikmati momen tanpa tergesa, membiarkan mata dan pikiran beristirahat.
Baca liputan lengkap kategori Xplore di Opini Mataram.
Fenomena “after rain” di Bukit Merese bukan sekadar soal visual. Secara ekologis, hujan membantu menjaga kesuburan savana yang menjadi ciri khas kawasan ini. Air hujan yang meresap ke tanah mendukung pertumbuhan vegetasi alami, sekaligus menekan risiko kebakaran lahan yang kerap mengintai wilayah perbukitan kering di musim kemarau. Karena itu, Bukit Merese sering tampil paling hijau dan hidup pada periode usai hujan.
Namun kondisi pascahujan juga menuntut kesadaran pengunjung. Tanah yang masih lembap dan rumput yang rapuh mudah rusak jika diinjak sembarangan. Menjaga jalur pijakan, tidak membuang sampah, serta menghormati alam sekitar menjadi bagian penting dari pengalaman berwisata di kawasan Mandalika.
Saat senja perlahan turun, Bukit Merese menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Tidak ada hiruk pikuk kota, hanya suara angin, ombak, dan percakapan pelan para pengunjung. Sebuah pengalaman sederhana namun bermakna tentang bagaimana alam di selatan Lombok, setelah diguyur hujan, selalu punya cara untuk tampil lebih jujur, lebih segar, dan lebih menenangkan.