Banjir di Sejumlah Titik Mataram, Ampenan Terendam Rob Saat Hujan Deras Dinihari


Mataram – Hujan deras yang turun sejak malam hingga dinihari tadi (22/01/2026) kembali membawa dampak bagi warga Kota Mataram. Sebagian pesisir Ampenan kembali diterjang banjir rob di tengah hujan deras disertai petir, menurut laporan warga setempat. Warga di beberapa perumahan di sisi barat Kota Mataram juga melaporkan genangan dan saluran yang meluap; curah hujan diperkirakan masih berlangsung sepanjang minggu ini sehingga kesiagaan dinilai sangat penting. (Laporan warga — observasi lapangan oleh penulis/kontributor lokal).
Genangan juga dilaporkan muncul di sejumlah perumahan di wilayah utara kota. Hujan dengan intensitas cukup tinggi membuat saluran drainase tidak mampu menampung debit air. Di beberapa titik, air sempat meluap hingga ke halaman rumah, mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir susulan.
Kondisi ini sejalan dengan peringatan dini dari BMKG yang sebelumnya menyebutkan potensi banjir rob di pesisir Nusa Tenggara Barat, termasuk Ampenan, Tanjung Karang dan sekitarnya pada pertengahan hingga akhir Januari. Pasang laut yang tinggi, jika terjadi bersamaan dengan hujan deras, berpotensi memperparah genangan di kawasan pesisir dan dataran rendah.
Baca liputan lengkap kategori Mataram di Opini Mataram.
Selain ancaman rob, hujan diperkirakan masih akan turun dalam beberapa hari ke depan (20 -24 Januari 2026 -BMKG). Cuaca seperti ini tidak hanya meningkatkan risiko banjir permukaan, tetapi juga rawan gangguan kelistrikan akibat petir. Karena itu, warga diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca resmi dan tidak mengabaikan peringatan yang dikeluarkan pihak berwenang.
Ampenan sendiri bukan kali pertama mengalami dampak banjir rob. Dalam beberapa kejadian sebelumnya, ratusan keluarga dilaporkan terdampak, dengan air laut membawa sampah hingga merusak peralatan nelayan dan fasilitas warga. Catatan ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir Ampenan memang membutuhkan kewaspadaan ekstra setiap kali hujan lebat bertepatan dengan pasang laut.
Pemerintah daerah bersama BPBD Kota Mataram sebelumnya juga mengingatkan warga di kawasan pesisir dan wilayah rendah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Mulai dari mengenali jalur evakuasi, mengamankan barang-barang penting, hingga memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman. Perubahan cuaca yang cepat bisa menimbulkan dampak lokal yang tidak terduga.
Dampak yang Perlu Diantisipasi
Banjir rob dapat menyebabkan air laut masuk ke rumah warga, membawa sampah, serta merusak perabot dan barang elektronik. Sementara itu, banjir permukaan akibat hujan lebat bisa menimbulkan genangan di perumahan dan jalan, menghambat mobilitas serta akses darurat. Risiko lain yang tak kalah penting adalah gangguan listrik dan komunikasi, terutama jika air menyentuh instalasi listrik. Ketersediaan air bersih juga perlu menjadi perhatian karena sumber air bisa tercemar.
Langkah Kesiapsiagaan untuk Warga Mataram
Sebelum kondisi memburuk, warga disarankan memantau informasi resmi cuaca dan kebencanaan, menyiapkan rencana evakuasi keluarga, serta mengamankan barang berharga dan peralatan listrik. Dokumen penting dan obat-obatan sebaiknya disimpan dalam tas kedap air yang mudah dibawa.
Persiapan logistik rumah tangga juga tidak kalah penting. Menyediakan cadangan air minum—sekitar tiga liter per orang per hari atau beberapa galon air minum untuk beberapa hari—serta makanan yang tahan lama seperti beras, mie instan, makanan kaleng, dan susu UHT dapat membantu keluarga bertahan jika akses keluar rumah terbatas. Jangan lupa menyiapkan obat rutin, perlengkapan P3K, serta alat kebersihan dasar.
Saat banjir berlangsung, warga diimbau menghindari genangan yang dalam, tidak menyentuh kabel atau peralatan listrik yang basah, dan memprioritaskan keselamatan. Setelah air surut, pastikan instalasi listrik aman sebelum digunakan kembali dan segera melaporkan kerusakan berat ke RT/RW atau BPBD setempat.
Dengan cuaca yang masih tidak menentu, kewaspadaan dan persiapan sejak dini menjadi kunci. Bagi warga Mataram, terutama di Ampenan dan wilayah barat kota, menghadapi hari-hari hujan ini dengan tenang dan saling peduli dapat membantu meminimalkan dampak yang lebih besar.