Di Samping Dermaga PLN, Pantai Bagek Kembar Jadi Favorit Warga Mataram

Redaksi Opini Mataram

Mataram — Di pesisir barat Kota Mataram, tepatnya di kawasan Bagek Kembar, Tanjung Karang, tersimpan sebuah pantai yang belakangan ini ramai diperbincangkan warganet. Pantai ini memang tidak memiliki papan nama besar atau fasilitas mewah, namun justru kesederhanaannya menjadi daya tarik utama. Dengan garis pantai yang landai dan panorama laut lepas, kawasan ini menjelma sebagai ruang santai favorit warga lokal, terutama saat sore hari.

Pantai viral di Bagek Kembar menawarkan pemandangan khas pesisir barat Lombok: hamparan pasir gelap, deretan perahu nelayan, serta laut yang tenang. Menjelang senja, warna langit perlahan berubah jingga keemasan, menciptakan suasana yang kerap diabadikan pengunjung melalui kamera ponsel. Tak heran jika potongan video dan foto pantai ini banyak beredar di media sosial, lengkap dengan narasi “hidden gem” di tengah kota.

Selain panorama, pantai ini juga mencerminkan kehidupan pesisir yang masih autentik. Aktivitas nelayan, anak-anak bermain di tepi air, hingga warga yang sekadar duduk berbincang menjadi pemandangan sehari-hari. Kondisi ini menjadikan pantai Bagek Kembar bukan hanya tempat berwisata, tetapi juga ruang publik yang hidup dan dekat dengan keseharian masyarakat Mataram.

Lokasinya yang berada di kawasan Tanjung Karang membuat pantai ini mudah diakses tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Cukup beberapa menit dari pusat kota, pengunjung sudah bisa menikmati suasana laut tanpa biaya masuk. Inilah yang membuatnya cepat populer, terutama di kalangan anak muda yang mencari tempat santai murah meriah namun tetap estetik.

Penataan tersebut difokuskan pada pengelolaan lapak pedagang kecil yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata pantai. Para pedagang diarahkan menempati area tertentu dengan konsep lebih teratur, tanpa mengganggu akses dermaga maupun pemandangan laut. Upaya ini dilakukan agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan, sekaligus menjaga estetika kawasan pantai yang kini mulai dikenal luas.

Kolaborasi antara PLN, pemerintah, dan masyarakat lokal ini menjadi contoh bahwa pengembangan kawasan pesisir bisa berjalan seimbang. Infrastruktur strategis tetap berfungsi, roda ekonomi rakyat terus berputar, dan ruang publik tetap terjaga keindahannya. Dengan penataan yang berkelanjutan, pantai di Bagek Kembar, Tanjung Karang, bukan hanya viral sesaat, tetapi berpotensi tumbuh sebagai ikon wisata kota yang tertib, ramah, dan inklusif.

Selain itu Pantai viral Bagek Kembar juga menjadi pengingat bahwa potensi wisata tidak selalu harus megah. Dengan penataan sederhana dan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan, pantai ini berpeluang berkembang menjadi destinasi lokal unggulan. Di tengah hiruk-pikuk kota, Bagek Kembar hadir sebagai ruang rehat yang menenangkan—tempat di mana warga bisa kembali menikmati laut, senja, dan cerita sederhana di tepi pantai