Babi Ngepet di Zaman QRIS: Mitos yang Salah Login


Mataram — Dulu, kalau uang di rumah tiba-tiba berkurang, tetangga mulai saling pandang. Ada yang berdehem, ada yang bisik-bisik, dan puncaknya: “Jangan-jangan… babi ngepet.” Seekor makhluk legendaris yang konon lari malam-malam, doyan duit, dan alergi lampu terang.
Tapi sekarang, mari jujur saja—babi ngepet mau ngapain di era QRIS?
Ia mengendap ke warung, siap beraksi, lalu bingung. Laci kosong. Celengan kosong. Penjual malah santai bilang, “Scan aja ya, Bang.” Babi ngepet terdiam. Ia tak bawa HP. Tak punya aplikasi. Tak kenal OTP. Apalagi saldo.
Baca liputan lengkap kategori Ekonomi di Opini Mataram.
QRIS telah mengubah segalanya. Uang kini bukan lagi bunyi koin atau bau kertas baru, melainkan notifikasi pendek: ting! selesai. Bahkan tukang parkir pun kini lebih digital dari makhluk gaib. Babi ngepet, simbol ekonomi gelap masa lalu, resmi kalah teknologi.
Kalau dulu ia ditakuti, sekarang mungkin justru dikasihani. Bayangkan seekor babi ngepet duduk di pojok gang, menatap spanduk “Terima QRIS” dengan mata berkaca-kaca. Bukan karena tobat, tapi karena tak bisa ikut sistem.
Namun, jangan salah. Ini bukan sekadar cerita lucu. Babi ngepet adalah metafora lama tentang kemiskinan dan jalan pintas. Ia lahir dari masyarakat yang terdesak, yang merasa kerja keras tak selalu berbanding lurus dengan hasil. Bedanya, di era digital, jalan pintas tak lagi berwujud makhluk malam—melainkan link palsu, QR stiker ditempel ulang, dan pesan “saldo Anda bermasalah”.
Babi ngepet sekarang tak perlu kandang. Cukup kuota dan niat buruk.
Di sinilah ironi kita. Teknologi memang mematikan mitos lama, tapi sekaligus melahirkan ketakutan baru. Yang dulu takut babi ngepet, kini takut salah scan. Yang dulu sembunyiin uang di bawah bantal, kini sembunyiin PIN dengan doa.
Maka, jika hari ini babi ngepet benar-benar pensiun, itu bukan karena kita makin berani, tapi karena kita makin cerdas—atau setidaknya dipaksa belajar. Literasi digital kini jadi “jimat” paling ampuh. Bukan untuk mengusir makhluk halus, tapi mengusir tipu-tipu halus.
Dan mungkin, di suatu sudut imajinasi, babi ngepet akhirnya sadar: bukan dia yang jahat, zamanlah yang sudah tak ramah pada mitos. Di era QRIS, bahkan makhluk gaib pun harus upgrade. Kalau tidak—siap-siap punah oleh kode kotak-kotak.