Apakah Itu Saham Gorengan? Penting Untuk Diketahui Oleh Investor Pemula

Redaksi Opini Mataram
ilustrasi saham gorengan by cblz ai

Mataram — Saham gorengan kembali ramai diperbincangkan di pasar modal Indonesia, terutama ketika harga saham tertentu melonjak tajam dalam waktu singkat tanpa disertai kabar fundamental yang jelas. Fenomena ini kerap menarik minat investor pemula karena iming-iming keuntungan cepat, namun di balik lonjakan tersebut tersembunyi risiko besar yang sering kali berujung pada kerugian. Saham gorengan biasanya diperdagangkan oleh kelompok tertentu yang sengaja “memanaskan” harga agar terlihat menarik, lalu melepasnya ketika minat publik memuncak.

Apa itu saham gorengan? Saham gorengan adalah saham berkapitalisasi kecil dengan likuiditas rendah yang pergerakan harganya sangat volatil dan tidak mencerminkan kinerja perusahaan sebenarnya. Kenaikan harga lebih banyak dipicu oleh spekulasi, rumor, atau rekayasa transaksi, bukan oleh laporan keuangan yang solid. Saham jenis ini sering “digoreng” melalui volume transaksi yang tiba-tiba melonjak, padahal sebelumnya sepi peminat.

Siapa yang paling sering menjadi sasaran? Investor pemula menjadi target utama karena cenderung tergoda pergerakan harga yang agresif tanpa memahami risiko di baliknya. Minimnya pengalaman dan keinginan meraih cuan instan membuat banyak investor masuk di harga puncak, tepat sebelum saham tersebut anjlok. Sementara itu, pelaku gorengan biasanya sudah keluar lebih dulu dengan keuntungan besar.

Di mana dan kapan saham gorengan muncul? Saham gorengan umumnya beredar di papan perdagangan saham lapis dua dan tiga, terutama pada periode pasar sedang lesu atau saat sentimen positif sulit ditemukan. Dalam kondisi seperti itu, saham yang bergerak ekstrem mudah menarik perhatian karena tampak “berbeda” dibanding saham lain yang stagnan.

Mengapa saham gorengan berbahaya? Risiko terbesar terletak pada ketidakpastian arah harga. Ketika euforia mereda, saham bisa jatuh dalam hitungan menit tanpa peluang keluar yang memadai. Selain itu, fundamental perusahaan yang lemah membuat harga sulit pulih dalam jangka panjang, sehingga investor berpotensi terjebak lama.

Bagaimana cara mengenali saham gorengan? Investor perlu mencermati beberapa ciri utama: lonjakan harga dan volume yang tidak wajar, rasio keuangan yang buruk, minimnya keterbukaan informasi, serta pola transaksi yang tampak dikendalikan pihak tertentu. Saham gorengan juga sering bergerak zigzag ekstrem dalam satu hari perdagangan.

Bagaimana tips memilih dan menyikapinya? Jika ingin menghindari saham gorengan, fokuslah pada saham dengan fundamental kuat, laporan keuangan stabil, dan likuiditas sehat. Namun bagi investor yang tetap ingin berspekulasi, gunakan dana terbatas, pasang batas kerugian (stop loss) yang disiplin, dan jangan terpengaruh rumor di media sosial. Kunci utamanya adalah sadar bahwa saham gorengan bukan investasi, melainkan murni spekulasi berisiko tinggi.

Pada akhirnya, memahami karakter saham gorengan menjadi bekal penting agar investor tidak sekadar ikut arus. Pasar saham bukan arena cepat kaya, melainkan ruang pengelolaan risiko. Semakin rasional keputusan yang diambil, semakin besar peluang bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.