Tak Perlu Jadi Ahli, Ini 7 Aplikasi Saham yang Ramah untuk Pemula?

Redaksi Opini Mataram
ilustrasi by Ai cblz

Mataram — Di zaman sekarang, membeli saham tidak lagi terasa menakutkan. Tak perlu datang ke kantor sekuritas atau memahami istilah rumit. Cukup membuka aplikasi di ponsel, siapa pun bisa ikut “masuk bursa”. Tapi justru karena terasa mudah, banyak orang lupa satu hal penting: aplikasi hanyalah alat, bukan jaminan untung. Memilih aplikasi saham itu sama pentingnya dengan memahami risikonya.

Ajaib menjadi aplikasi yang paling sering disebut ketika orang pertama kali ingin membeli saham. Tampilannya sederhana, bahasanya ringan, dan proses daftarnya cepat. Ajaib membuat banyak orang merasa investasi saham itu ramah dan tidak menyeramkan. Namun, kemudahan ini juga bisa meninabobokan. Banyak pengguna masuk pasar tanpa benar-benar paham apa yang dibeli, hanya karena tombol “beli” terasa begitu dekat.

Stockbit menawarkan pengalaman yang berbeda. Di sini, pengguna tidak hanya membeli saham, tetapi juga membaca analisis, berdiskusi, dan melihat pendapat investor lain. Bagi pemula, Stockbit terasa seperti belajar bersama. Tapi perlu diingat, ramai pendapat bukan berarti benar. Pasar saham tidak selalu berpihak pada mayoritas. Terlalu sering mengikuti opini orang lain justru bisa membuat investor kehilangan arah sendiri.

IPOT dari IndoPremier hadir dengan kesan lebih serius. Aplikasi ini cocok bagi mereka yang ingin belajar perlahan dan memahami data sebelum mengambil keputusan. IPOT tidak banyak janji manis, tetapi menyediakan informasi yang cukup lengkap. Bagi sebagian orang, tampilannya mungkin terasa kaku. Namun di situlah nilai utamanya: mengajak pengguna berpikir, bukan sekadar menekan tombol.

MOST dari Mandiri Sekuritas sering dipilih oleh mereka yang mengutamakan rasa aman. Aplikasi ini berada di bawah bank besar milik negara, sehingga memberi kepercayaan lebih bagi investor yang tidak suka coba-coba. Meski tampilannya tidak se-modern aplikasi lain, MOST mengingatkan bahwa investasi saham adalah soal kepercayaan jangka panjang, bukan soal siapa yang paling ramai dipakai.

BIONS dari BNI Sekuritas juga membawa semangat serupa. Aplikasinya rapi, teratur, dan cenderung konservatif. Tidak banyak fitur yang “menggoda”, tetapi justru itu kelebihannya. BIONS cocok bagi investor yang ingin berinvestasi dengan tenang dan tidak terbawa emosi pasar. Ia mengajarkan bahwa naik-turun harga saham adalah hal biasa, bukan alasan untuk panik.

Bibit dikenal luas sebagai aplikasi reksa dana, tetapi perannya sangat besar bagi pemula. Banyak orang yang awalnya takut saham, mulai berani berinvestasi setelah mengenal Bibit. Aplikasi ini membantu pengguna memahami profil risiko dan tujuan keuangan. Namun, penting diingat bahwa aplikasi tidak bisa menggantikan tanggung jawab pribadi. Keputusan tetap harus dipahami, bukan sekadar diserahkan pada sistem.

Gotrade membawa pengalaman berbeda dengan membuka akses ke saham luar negeri. Membeli saham perusahaan besar dunia terasa membanggakan. Namun, pasar global juga membawa risiko yang lebih kompleks. Bagi pemula, Gotrade sebaiknya dipandang sebagai langkah lanjutan, bukan pintu pertama. Mengenal pasar dalam negeri terlebih dahulu sering kali lebih bijak.

Pada akhirnya, tidak ada aplikasi saham yang paling sempurna untuk semua orang. Setiap aplikasi punya kelebihan dan kekurangan. Yang paling penting bukan aplikasi apa yang dipakai, tetapi sejauh mana pengguna memahami apa yang ia lakukan. Investasi saham bukan soal keberanian menekan tombol, melainkan kesabaran, pemahaman, dan kesadaran bahwa untung dan rugi adalah bagian dari perjalanan.