Taman Mayura Mataram: Sejarah, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Panduan Lengkap Wisata Kota


Di jantung Kota Mataram, tepatnya di kawasan Cakranegara, berdiri sebuah situs bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Lombok: Taman Mayura. Lebih dari sekadar taman kota, kawasan ini adalah ruang budaya, pusat pemerintahan kerajaan pada masanya, sekaligus simbol pertemuan nilai-nilai Hindu Bali dan tradisi lokal Sasak.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah di Mataram tanpa harus meninggalkan pusat kota, Taman Mayura adalah pilihan ideal. Suasananya tenang, arsitekturnya klasik, dan nilai historisnya kuat. Artikel pilar ini akan mengulas secara lengkap sejarah Taman Mayura, arsitektur, daya tarik wisata, harga tiket, jam operasional, hingga tips berkunjung agar pengalaman Anda semakin maksimal.
Sejarah Taman Mayura: Warisan Kerajaan Karangasem Lombok
Pada awal abad ke-19, Pulau Lombok terbagi ke dalam beberapa kerajaan kecil. Hingga pada tahun 1838 terjadi perang yang berujung pada penyatuan wilayah dan menyisakan dua kerajaan besar, yaitu Kerajaan Sasak Singasari dan Kerajaan Sasak Mataram.
Baca liputan lengkap kategori Xplore di Opini Mataram.
Pada tahun 1839 pecah perang antara kedua kerajaan tersebut. Konflik ini berakhir dengan kekalahan Singasari. Namun, Raja Mataram gugur dalam pertempuran. Ia meninggalkan dua orang putra, yakni putra mahkota Anak Agung Gde Ngurah Karangasem dan Anak Agung Ketut Ngurah Karangasem.
Pada pertengahan abad ke-19, sang putra mahkota berkeinginan membangun kompleks istana baru di bekas lokasi Istana Singasari. Pembangunan istana tersebut rampung pada tahun 1866. Seluruh kompleks kemudian dinamai Istana Singasari, yang selanjutnya berganti nama menjadi Istana Cakranegara.
Bangunan istana di bagian barat diberi nama Puri Ukir Kawi. Sementara di sebelah timur istana terdapat sebuah taman yang awalnya dinamai Taman Kelepug, karena suara mata air dari kolamnya berbunyi “kelepug-kelepug”. Seiring waktu, nama taman tersebut berubah menjadi Taman Mayura, ketika tempat itu dijadikan lokasi pemeliharaan burung mayura (bahasa Sanskerta: merak).
Setelah kekalahan melawan Belanda, Istana Cakranegara hancur dan yang tersisa hanyalah Taman Mayura dari kerajaan Lombok. Dalam masa perang antara Kerajaan Sasak Mataram dan Belanda, Bale Kambang digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata dan mesiu. Setelah wilayah tersebut dikuasai pemerintah kolonial Belanda, Bale Kambang difungsikan sebagai ruang pengadilan, sedangkan bangunan di bagian utara dijadikan kantor Asisten Residen serta kantor Distrik Cakranegara.
Bale Kambang: Ikon Utama Taman Mayura
Daya tarik utama Taman Mayura adalah Bale Kambang, sebuah balai terapung yang berdiri anggun di tengah kolam luas. Bangunan ini terhubung dengan daratan melalui jembatan kecil.
Secara filosofis, air yang mengelilingi Bale Kambang melambangkan kejernihan pikiran dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Pada masa kerajaan, tempat ini digunakan sebagai ruang pengadilan dan musyawarah penting.
Arsitekturnya memperlihatkan perpaduan gaya Bali klasik dengan sentuhan lokal Lombok. Atap bertingkat, tiang kayu kokoh, dan detail ukiran mencerminkan estetika kerajaan Hindu Bali abad ke-18.
Saat sore hari, pantulan cahaya matahari di permukaan kolam menciptakan refleksi dramatis yang membuat Bale Kambang menjadi spot foto favorit wisatawan.
Arsitektur dan Lanskap: Harmoni Air, Alam, dan Sejarah
Taman Mayura dirancang sebagai taman air (water palace). Konsep ini umum ditemukan dalam arsitektur kerajaan Bali, seperti Taman Ujung atau Tirta Gangga di Karangasem.
Beberapa elemen arsitektur penting di kawasan ini meliputi:
- Kolam besar yang mengelilingi Bale Kambang
- Gerbang candi bentar khas Bali
- Balai pertemuan tambahan
- Pura kecil untuk kegiatan spiritual
Pepohonan besar yang tumbuh rindang di sekitar kolam menciptakan suasana teduh. Angin yang berhembus lembut dan gemericik air menambah kesan damai. Inilah yang membuat Taman Mayura berbeda dari taman kota biasa.
Nilai Budaya dan Spiritualitas
Meskipun kini berfungsi sebagai destinasi wisata, Taman Mayura tetap memiliki nilai spiritual bagi masyarakat Hindu di Lombok. Beberapa upacara keagamaan masih dilaksanakan di area Pura yang berada dalam kompleks taman.
Kawasan ini juga menjadi simbol akulturasi budaya antara Bali dan Sasak. Cakranegara sendiri dikenal sebagai wilayah dengan komunitas Hindu Bali yang kuat sejak abad ke-18.
Keberadaan Taman Mayura memperlihatkan bagaimana Lombok bukan hanya pulau dengan keindahan alam, tetapi juga kaya akan warisan sejarah dan budaya.
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, berikut gambaran umum informasi wisata Taman Mayura:
- Harga tiket masuk: relatif terjangkau (umumnya belasan ribu rupiah untuk wisatawan domestik)
- Jam operasional: pagi hingga sore hari
- Lokasi: Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat
Karena berada di pusat kota, akses menuju Taman Mayura sangat mudah. Dari Bandara Internasional Lombok, perjalanan darat menuju lokasi memakan waktu sekitar 40–50 menit.
harga tiket masuk untuk tamu sekitar 5-10 ribu rupiah. Untuk informasi terbaru mengenai tiket dan jam buka, disarankan mengecek sumber resmi atau bertanya langsung di lokasi.
Daya Tarik Wisata Taman Mayura
1. Wisata Sejarah di Tengah Kota
Tidak banyak kota yang memiliki situs kerajaan berusia ratusan tahun di pusat kotanya. Taman Mayura menawarkan pengalaman belajar sejarah tanpa harus melakukan perjalanan jauh.
2. Spot Foto Instagramable
Refleksi Bale Kambang di atas air menjadi latar yang sangat fotogenik, terutama saat golden hour.
3. Tempat Relaksasi
Suasananya yang tenang cocok untuk berjalan santai, membaca buku, atau sekadar menikmati udara segar.
4. Wisata Edukasi
Cocok untuk kunjungan pelajar dan mahasiswa yang ingin mempelajari sejarah Lombok dan pengaruh Kerajaan Karangasem.
Waktu Terbaik Berkunjung
Waktu terbaik mengunjungi Taman Mayura adalah:
- Pagi hari (08.00–10.00) untuk suasana sejuk dan cahaya lembut
- Sore hari (16.30–18.00) untuk menikmati senja
Hindari siang hari saat cuaca terik, terutama pada musim kemarau.
Tips Berkunjung ke Taman Mayura
Agar kunjungan Anda lebih nyaman, berikut beberapa tips:
- Gunakan pakaian yang sopan karena ini adalah kawasan bersejarah dan memiliki area suci.
- Datang saat pagi atau sore untuk pencahayaan terbaik.
- Bawa kamera atau smartphone dengan baterai penuh.
- Jaga kebersihan dan jangan merusak bangunan bersejarah.
- Kombinasikan kunjungan dengan destinasi lain di Mataram seperti kawasan kota tua Ampenan atau pusat kuliner Cakranegara.
Taman Mayura dalam Konteks Pariwisata Lombok
Selama ini, Lombok lebih dikenal dengan destinasi alam seperti pantai dan gunung. Namun, wisata sejarah di Mataram memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Taman Mayura bisa menjadi bagian dari paket wisata heritage tour yang mencakup:
- Pura Meru
- Kota Tua Ampenan
- Islamic Center NTB
- Museum Negeri NTB
Dengan pengelolaan yang optimal, kawasan ini berpotensi menjadi ikon wisata sejarah utama di Nusa Tenggara Barat.
Mengapa Taman Mayura Layak Masuk Daftar Kunjungan Anda
Taman Mayura bukan destinasi wisata massal yang penuh wahana modern. Justru di situlah kekuatannya. Ia menawarkan pengalaman yang lebih reflektif, lebih tenang, dan lebih bermakna.
Di tempat ini, Anda tidak hanya berjalan mengelilingi kolam. Anda sedang menapaki jejak sejarah kerajaan, menyaksikan arsitektur berusia ratusan tahun, dan merasakan denyut budaya yang masih hidup hingga kini.
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda di Lombok, Taman Mayura adalah jawaban.
FAQ Seputar Taman Mayura
Apakah Taman Mayura cocok untuk anak-anak?
Ya, cocok sebagai wisata edukasi dan ruang terbuka yang aman.
Berapa lama waktu ideal berkunjung?
Sekitar 1–2 jam sudah cukup untuk menikmati seluruh area.
Apakah tersedia pemandu wisata?
Biasanya tersedia pemandu lokal yang bisa menjelaskan sejarah secara lebih mendalam.
Taman Mayura adalah perpaduan antara sejarah, budaya, dan ketenangan yang berada tepat di pusat Kota Mataram. Dibangun pada abad ke-18 oleh Kerajaan Karangasem, taman ini kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling penting di Lombok.
Jika Anda sedang menyusun itinerary wisata Lombok, jangan hanya memasukkan pantai dan gunung. Sisipkan waktu untuk mengunjungi Taman Mayura, karena di sinilah Anda bisa memahami sisi lain Lombok yang penuh cerita.
Sumber Referensi
- Sejarah lengkap & latar belakang Taman Mayura
— Sejarah tentang Taman Mayura di Kota Mataram (IDN Times Travel)
https://ntb.idntimes.com/travel/destination/sejarah-tentang-taman-mayura-di-kota-mataram-00-lm183-p96mt6 - Encyclopedia – Struktur dan fakta dasar taman air peninggalan kerajaan
— Mayura Park (Wikipedia bahasa Inggris)
https://en.wikipedia.org/wiki/Mayura_Park - Panduan wisata & asal-usul nama Mayura Water Palace
— Mayura Water Palace (Lonely Planet)
https://www.lonelyplanet.com/points-of-interest/mayura-water-palace/485696 - Sejarah Taman Mayura sebagai taman istana kerajaan
— Explore the Historical Site in Mataram Lombok (Lombok Dispatch)
https://lombokdispatch.id/2025/03/28/historical-site-in-mataram-lombok/ - Profil wisata & budaya taman ini
— Taman Air Mayura, Taman Indah Bernuansa Religius (Indonesia Kaya)
https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/taman-air-mayura-taman-indah-bernuansa-religius/ - Sejarah singkat & fakta lokasi Taman Mayura
— Taman Mayura di Lombok (Atourin)
https://atourin.com/destination/mataram/taman-mayura - Profil destinasi resmi pariwisata Indonesia
— Taman Mayura (Indonesia Travel)
https://www.indonesia.travel/id/id/destination/bali-nusa-tenggara/west-nusa-tenggara/taman-mayura/